Petunjuk Penggunaan USG Bagi Para Praktisi Medis
Pengertian USG.
USG adalah suatu alat dalam dunia
kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara
yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian
hasilnya ditampilkan dalam layar monitor.
Bagi para praktisi medis, dokter
kandungan ataupun bidan yang baru memiliki atau membeli USG machine,
mungkin ada baiknya menguasai benar-benar petunjuk penggunaan USG.
Karena harganya yang lumayan, sayang sekali jika feature-feature dalam
USG machine tersebut tidak di optimalkan.
USG atau biasa dikenal Ultrasonography
merupakan alat diagnostik berbasis teknik pencitraan medis yang biasanya
di gunakan untuk memvisualisasikan otot, tendon, dan organ internal
pada tubuh manusia, untuk mengatahui ukuran mereka, struktur dan setiap
lesi patologis dengan gambar real time tomografi.
Petunjuk dasar umum penggunaan USG.
Berikut ini adalah petunjuk dasar umum
penggunaan USG 2D machine standar yang bisa di jadikan acuan untuk USG
machine merk apapun :
- Atur posisi alat pada ruang tindakan.
- Siapkan accessories yang diperlukan.
- Sipakan bahan operasional (Jelly,Kertas Tisseu,Kertas Printer.dll ).
- Hubungkan alat dengan catu daya.
- Hidupkan stabilizer.
- Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke Posisi ON.
- Aktifkan tombol-tombol lain yang diperlukan.
- Lakukan pemanasan secukupnya.
- Masukan data pasien.
- Tentukan fungsi atau Mode sesuai jenis pemeriksaan.
- Oleskan Jelly secukupnya pada objek.
- Lakukan pemeriksaan.
- Setelah temukan Objek tekan tombol FREEZE.
- Lakukanpengkuran Objek dengan Trac Ball/Cliper.
- Lakukan pemotretan / recording apabila diperlukan.
- Setelah selesai kembalikan Tombol ON / OFF ke OFF.
- Matikan stabilizer.
- Bersihkan Probe dari Jelly.
- Posisikan Alat pada posisi semula.
Penggunaan USG tidak hanya untuk masalah
kandungan dan kebidanan, tapi juga dapat memberikan kemudahan dalam
memberikan pelayanan kesehatan, yaitu dapat dengan mudah dan murah
mendeteksi sesuatu. Diantaranya adalah : USG mampu menemukan dan
menentukan letak massa dalam rongga perut dan pelvis, dapat membedakan
kista dengan massa yang solid, dapat mempelajari pergerakan organ (
jantung, aorta, vena kafa), maupun pergerakan janin dan jantungnya.
USG dapat di gunakan untuk pengukuran dan
penetuan volum, pengukuran aneurisma arterial, fetalsefalometri,
menentukan kedalaman dan letak suatu massa untuk bioksi. USG juga dapat
menentukan volum massa ataupun organ tubuh tertentu (misalnya buli-buli,
ginjal, kandung empedu, ovarium, uterus, dan lain-lain). Dari hasil
diagnosis seperti ini, dapat di tentukan bagaimana tindakan medis
selanjuntnya, contohnya adalah menentukan perencanaan dalam suatu
radioterapi. Berdasarkan besar tumor dan posisinya, dosis radioterapi
dapat di hitung dengan cepat.
Sumber: http://www.ibudanbalita.net/769/petunjuk-penggunaan-usg-bagi-para-praktisi-medis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar